In: Other
22 Nov 2009Minggu, 22 November 2009 | 05:43 WIB
KOMPAS.com - Hiruk-pikuk persoalan yang membelit Komisi Pemberantasan Korupsi, yang menjerat dua unsur pimpinan nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, menjadi isu terpopuler di sejumlah media massa selama berbulan-bulan.
Berbagai kejadian besar, mulai dari ledakan bom di JW Marriott dan The Ritz-Carlton, penyergapan teroris Ibrohim di Temanggung, Jawa Tengah, penangkapan gembong teroris Noordin M Top, hingga gempa besar di Padang Sumatera Barat, tak mampu mengalihkan perhatian publik dari perkara KPK.
Hingga kini, kepedulian publik juga terasa kental jika mengamati dunia cyber, melalui sejumlah jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter. Gerakan dukungan terhadap Chandra dan Bibit pun masih terus menggelembung.
Luapan kekritisan publik tampak nyata, natural, dan otentik di kedua jejaring itu. Sasaran kritik mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Polri, Kejaksaan Agung, dan tentu tak ketinggalan Anggodo. Pengguna Twitter juga tak ragu melemparkan kritiknya terkait masalah KPK itu ke akun Twitter milik Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.
Kekritisan warga Facebook dan Twitter tak hanya tertuang dalam kritik-kritik pedas dan menggelitik, tetapi juga rekaan gambar hingga karikatur.
Di salah satu akun Facebook milik seorang berinisial YPT, misalnya, salah satu gambar rekaan memuat wajah Anggodo menghiasi lembaran uang kertas pecahan Rp 500.000. Di bawah gambar tersebut tertulis keterangan: “Agar proses suap-menyuap lebih mudah pemerintah melalui Bank Indonesia mengeluarkan pecahan baru Rp 500.000,00. Jadi nyuap pejabat pemerintah gak perlu pake koper lagi”.
Anggodo tampaknya menjadi salah satu favorit sasaran komentar ataupun sindiran di dunia cyber. Seorang pemilik akun Facebook berinisial AL, misalnya, Sabtu (21/11) malam, menulis dalam statusnya, “Negeri tercinta, Anggodonesia”.
Menanggapi serangan berbagai sindiran, pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang, mengatakan, pihaknya tidak akan mempermasalahkan hal itu. “Kami biarkan saja karena sebenarnya mereka tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Tersinggung sih tersinggung, tapi kami maafkan. Karena seandainya mereka tahu apa yang mereka perbuat, mereka pasti tidak melakukannya,” kata Bonaran.
Di kalangan wartawan, suara Anggodo juga cukup diminati. Saat Mahkamah Konstitusi memperdengarkan rekaman sadapan pembicaraan telepon Anggodo, hampir semua wartawan yang meliput ikut merekam. Selain untuk kepentingan berita, rupanya beberapa wartawan menjadikan rekaman suara Anggodo itu sebagai ringtone telepon seluler. Bagian-bagian yang dipilih tentunya yang amat melukai hati nurani bangsa ini. (Sarie Febriane)
In: Other
22 Nov 2009Narayana Mahendra Prastya - detiksport
(AFP)
Manchester - Konsentrasi Manchester United kini fokus di Liga Primer. Begitulah menurut pandangan bek Patrice Evra. Bek asal Prancis itu mencanangkan target menyapu bersih seluruh laga hingga akhir tahun.
MU mengatasi Everton dengan skor 3-0 dalam laga yang berlangsung Minggu (22/11/2009) dinihari WIB. "Ini merupakan kemenangan yang bagus, hasil yang luar biasa. Pasalnya melawan tim seperti Everton selalu tidak mudah," demikian tukas Evra seperti dilansir dari Manchester Evening News.
"Menjalani laga selepas rehat untuk agenda pertandingan internasional selalu tidak mudah. Kami sedikit kelelahan. Namun menurut saya apa yang kami tampilkan malam ini menunjukkan kami penuh pengalaman," lanjut pemain berkebangsaan Prancis tersebut.
Meski menang besar namun MU masih berada di posisi kedua klasemen sementara Liga Primer. Pasukan Old Trafford tertinggal lima angka dari Chelsea yang ada di puncak. Target sapu bersih pun dicanangkan demi mengejar armada Stamford Bridge.
"Kami harus fokus di Liga Primer karena kami ingin memenanginya empat kali berturut-turut," seru Evra.
"Kami harus menang di setiap partai di bulan Desember. Kami harus memanfaatkan kondisi di mana kami sudah memastikan lolos di Eropa dan tidak ada lagi jadwal laga internasional (bersama negara)," tutupnya.
Hingga akhir tahun, MU masih memiliki kewajiban menjalani tujuh laga Premier League. Lawan-lawan yang harus dihadapi adalah Portsmouth, West Ham, Aston Villa, Wolverhampton, Fulham, Hull City, dan Wigan Athletic.
( nar / mrp )
In: Other
22 Nov 2009Minggu, 22/11/2009 07:23 WIB
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Prancis vs Irlandia (AFP)
Manchester - Patrice Evra setuju saja kalau laga Prancis kontra Republik Irlandia diulang kembali. Namun bukan di dunia nyata melainkan di area maya menggunakan media Playstation.
Duel kedua tim di leg 2 Playoff Piala Dunia pertengahan pekan ini memang jadi polemik berkepanjangan akibat handball Thierry Henry yang membuat William Gallas dapat mencetak gol. Alhasil mimpi Irlandia untuk memesan tiket ke Afrika Selatan tahun depan jadi buyar.
Kontan Irlandia yang merasa dicurangi oleh wasit geram. Berbagai macam komentar miring kepada Prancis dan Henry terus berdatangan, meski ada beberapa yang membela. Bahkan Asosiasi Sepakbola di sana pun meminta laga tersebut diulang walaupun akhirnya FIFA menolaknya.
Menurut Evra apa yang menimpa Irlandia itu adalah hal lumrah yang biasa terjadi dalam sebuah sepakbola. Ia lebih menyoroti kelalaian Martin Hansson yang memimpin laga sehingga kontroversi itu bisa timbul. Dan ia pun meminta agar publik tidak lagi menghakimi Henry atas kesalahannya karena si pemain pun sudah mengakuinya dan malah meminta rematch.
"Dalam sepakbola ketidakdilan itu bisa muncul setiap saat. Titi (Henry) tidak pantas mendapatkan itu (caci maki). Jangan usik dia lagi. Siapa yang salah? Jelas wasit," cetus bek Manchester United itu kepada Sportinglife.
Lebih lanjut Evra menilai kalau ajakan The Boys in Green kepada Les Blues untuk meminta laga ulangan itu hanyalah sia-sia belaka. Dan ia pun malah mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyindir lawannya tersebut. Apa itu?
"Lalu aku berpikir kalau beberapa politisi yang ingin laga itu diulang.. Sepertinya mereka tidak tahu kalau bola itu bundar dan mereka akan menjadi yang pertama datang ke Afrika Selatan dan minum Sampanye."
"Laga ulang? Aku akan melakukannya jika anda mau itu dilakukan di Playstation," demikian pemain 28 tahun itu menutupnya. ( mrp / din )
In: Other
16 Nov 2009Senin, 16/11/2009 08:54 WIB
Nurul Hidayati - detikNews
Jakarta - Demam film bertema kiamat, 2012, melanda publik Jakarta. Semua bioskop diantre sejak pemutaran perdana Jumat lalu. Apakah benar pada 21 Desember 2012 nanti Bumi akan semengerikan itu?
Jangan khawatir. Badan Antariksa AS (NASA) bilang apa yang terlihat di film itu takkan terjadi dalam waktu dekat.
“Tidak ada hal buruk yang terjadi di Bumi pada 2012. Planet kita baik-baik saja untuk lebih dari 4 miliar tahun mendatang, dan para saintis yang kredibel di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” demikian pernyataan NASA terkait kekhawatiran kiamat pada 2012.
Masih tidak percaya? Dalam film 2012, asteroid raksasa menghantam Bumi dan merusak semuanya. Namun, NASA menegaskan, tidak ada planet asing yang sedang menuju Bumi kita.
NASA menuturkan, Bumi selalu selalu menjadi sasaran komet dan asteroid meskipun hantaman yang besar sangat jarang terjadi. Tubrukan besar terakhir terjadi pada 65 juta tahun lalu yang memusnahkan dinosaurus.
Saat ini astronom NASA tengah mengerjakan proyek Spaceguard Survey untuk menemukan apakah ada asteroid besar di dekat Bumi yang akan menghantam. Saat ini NASA menyimpulkan bahwa tidak ada ancaman asteroid sebesar yang pernah mengantam dinosaurus.
“Semua pekerjaan ini dilakukan secara terbuka dan penemuan-penemuan diposting setiap hari di website Kantor Program NASA NEO, jadi Anda bisa melihat bahwa tidak ada satu pun yang diprediksi menghantam Bumi pada 2012,” ujar NASA.
NASA lalu menjelaskan tentang munculnya prediksi kiamat pada 21 Desember 2012 itu. Diungkapkannya, kisah itu dimulai dari klaim bahwa Niburu, sebuah planet yang diduga ditemukan oleh Bangsa Sumeria, tengah melaju menuju Bumi. Bencana awalnya diprediksi datang pada Mei 2003. Namun karena tidak ada yang terjadi pada hari yang ditentukan itu, prediksi kiamat beralih ke Desember 2012. Kemudian dihubungkanlah dengan kisah berakhirnya sistem penanggalan suku Maya kuno pada musim dingin 2012 dan diprediksi tanggal kiamat jatuh pada 21 Desember 2021.
“Ingatkah pada kekhawatiran Y2K pada tahun 2000? Itu datang dan pergi tanpa kekacauan karena perencanaan dan analisis yang mumpuni pada situasi itu. Film dengan special effect yang mengesankan, 21 Desember 2012, takkan menjadi akhir dunia seperti yang kita tahu,” ujar NASA.
(nrl/irw)
In: Other
15 Nov 2009sumber : http://www.jawapos.com/
Bro kalau mau kenalan ini yang namanya Yulianto
Beritanya :
Yulianto Sudah Pulang dari Singapura dan Berada di Surabaya
SOSOK Yulianto, pria yang disebut Ari Muladi menjadi perantara penyerahan uang ke pimpinan KPK, masih misterius. Meski demikian, Yulianto alias Yohanes yang beralamat di Perumahan Graha Famili Blok D Surabaya diyakini sebagai saksi kunci kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah.
Berdasar penelusuran Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Yulianto pada Selasa lalu (3/11) mendatangi sebuah rumah di Jalan Sumatera, Surabaya. Rumah itu milik Lukito, paman Yulianto. Lukito tercatat sebagai mertua Putra Nevo, Dirut PT Masaro Radiokom. PT Masaro adalah perusahaan milik Anggoro Widjojo.
Seorang sumber menyaksikan, pria yang diduga Yulianto tersebut datang bersama seorang perempuan. Mereka mengendarai Honda CRV hitam dan Nissan Grand Livina silver. ”Semua (mobil) berpelat B,” kata Rusdi, juru parkir di kawasan tersebut. Sejumlah tetangga membenarkan bahwa pria yang datang bersama perempuan itu bernama Yulianto. Menurut keterangan tetangga pula, perawakan Yulianto mirip dengan yang disebut Ari; berpostur tinggi, tegap, beralis datar, dan bermata sipit.
Di rumah tersebut, Lukito tinggal bersama penjaga rumah bernama Rudi dan seorang pembantu perempuan. Tak ada aktivitas mencolok di rumah bergaya arsitektur era 1980-an itu. Pintu pagar besi abu-abu selalu tertutup dan digembok. Tiga anak Lukito sudah pisah dan berumah tangga sendiri.
Menurut sejumlah tetangga, keseharian Lukito adalah menekuni jasa pengiriman paket. ”Dia (Lukito) itu mertua bos Motorolla,” kata seorang tetangga yang tak mau disebut namanya. PT Masaro selama ini memang menjadi agen tunggal peralatan komunikasi merek Motorolla.
Saat Radar Surabaya berusaha menemui, Lukito tidak dapat ditemui. Dia sedang beristirahat setelah makan siang. Dua jam ditunggu, Lukito tetap tak menampakkan batang hidungnya. Kata Rusdi, Lukito biasanya keluar rumah setiap pagi, sekitar pukul 05.00. ”Biasanya, dia (Lukito) jalan pagi, lalu memanasi mobil. Setelah itu, masuk (rumah) lagi,” bebernya.
Sekitar dua pekan lalu, menantu Lukito, Putra Nevo, datang ke rumah itu. Dia mengendari Toyota Harrier. ”Kalau mantunya, sering sekali datang,” ujar Rusdi. Putra Nevo rajin datang karena sang mertua sakit-sakitan.
Sementara itu, seorang sumber menyebutkan, Yulianto diyakini sudah pulang dari Singapura dan sekarang berada di Surabaya. Sejak mencuatnya kasus Bibit-Chandra, dia sengaja bersembunyi karena tidak ingin keberadaannya diketahui siapa pun.
Sumber lain dari kalangan pengusaha menyebut, Yulianto atau Yohanes alias Daniel alias Pak D alias Kho Yusac alias Gunawan alias Kong Bu adalah markus khusus kasus besar dan ”bermain" dengan aparat di Jakarta.
Yulianto juga punya hobi memelihara anjing mahal. Sebenarnya, yang punya hobi itu bukan Yohanes, melainkan Liu Pau Lin alias Pauline, pasangannya, yang kabarnya termasuk selebriti di Taiwan. Kabarnya, dia mempunyai sebuah vila anjing di Prigen Park dengan 20 ekor anjing, yang sebagian besar jenis herder. Konon, beberapa anjing miliknya adalah anjing kelas atas dengan harga per ekor mencapai Rp 2 miliar.
Radar Surabaya tadi malam menghubungi Singky Suwaji, seorang penggemar anjing ras. Dia membenarkan, Yohanes adalah penggemar anjing jenis herder. Namun, dia mengakui, Yohanes sulit ditemui. ”Dia orang kuat. Bisa jadi, Yohanes yang ini adalah Yulianto,” kata Singky. (aya/ano/agm)
"Ininya lawan katanya adalah Anunya "
Cek TKP …. Cek TKP .. !!! FR _ nya :
Dinegeri kami jiika : Anggodo memberikan uang kepada ari muladi kemudian ari muladi memberikan uang kepada Yulianto.
Diketahui fakta sebagai berikut : Bahwa Yulianto Adalah Kerabat Anggodo.
Tehnik ini dikenal sebagai "Tehnik Keluar Kantong Kiri Masuk Kantong Kanan"
[B]Kesimpulan : Kerugian Anggodo = Rp. 0,00,- [B]
In: Other
6 Nov 2009Jum’at, 06 November 2009 | 05:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penjelasan tujuh jam Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat tadi malam mendapat sambutan yang penuh puja-puji. Suara anggota Dewan yang baru terpilih itu jauh berbeda dari suara-suara orang yang mereka wakili di luar gedung parlemen.
Di awal pertemuan, Jenderal Hendarso membantah tudingan bahwa pihaknya merekayasa penanganan kasus petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. “Kasus ini atas dasar laporan pimpinan KPK (Antasari Azhar), bukan formulasi dari penyidik,” kata Hendarso.
Menurut Hendarso, Bibit dan Chandra terseret karena ada laporan tertulis Antasari soal dugaan pemerasan yang dilakukan sejumlah pimpinan KPK. “Karena itu dilakukan pimpinan KPK, kasusnya ditarik ke Bareskrim Polri,” kata Hendarso.
Menurut Hendarso, pimpinan KPK juga diduga menyalahi wewenang ketika mencekal Anggoro, pemegang saham PT Masaro Radiokom. Anggoro dicekal tanpa melalui proses yang jelas dan pencekalannya hanya diketahui dua pemimpin KPK. “Antasari bilang tak tahu ada pencekalan ini,” kata Hendarso. Tudingan itu dibantah pengacara KPK. Menurut mereka pencekalan tak harus dirapatkan oleh seluruh pimpinan KPK.
Adapun pertemuan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji dengan Anggoro di Singapura, menurut Hendarso, bukan untuk merekayasa kasus. Susno terbang ke Singapura untuk menindaklanjuti testimoni Antasari. Susno bersumpah tidak terima uang.
Kunjungan Susno, kata Hendarso, tak bisa disamakan dengan kunjungan Antasari saat menemui Anggoro. “Pimpinan KPK tak boleh menemui buron,” kata Kapolri. “Undang-undang kami tak melarang.”
Hendarso juga mempertanyakan mengapa KPK hanya mencekal Anggoro, yang merupakan pemegang saham di PT Radiokom. Sedangkan Direktur Utama PT Radiokom, Putra Nevo, malah dibiarkan. “Putra Nevo tak dicekal karena ada aliran dana Rp 350 juta,” kata Hendarso. Pernyataan ini kemudian diralat sendiri oleh Kapolri.
Soal pertemuan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji dengan Anggoro di Singapura, menurut Hendarso, itu tidak melanggar aturan.
Hendarso juga mengungkapkan, pihaknya menemukan aliran dana Rp 17,6 miliar kepada seorang berinisial MK di sebuah departemen. Menurut dia, KPK memiliki bukti-bukti soal aliran dana itu. “Mengapa sejak 2008 kasusnya tak disidik?” kata Hendarso. “Ada kedekatan (MK) dengan satu pimpinan KPK.””
Kepala Polri juga mengklaim memiliki bukti-bukti aliran dana sekitar Rp 6 miliar dari Anggoro untuk sejumlah pimpinan KPK. Selain perincian penerima dana, ada bukti soal seringnya mobil dinas KPK masuk ke lokasi penyerahan dana. “Mobil-mobil pejabat KPK dengan nomor sekian ada pada kami datanya,” kata Hendarso. Tudingan itu dibantah pengacara KPK. Alasan mereka Ary Muladi sendiri sudah mencabut kesaksian soal pengaliran dana. Ary bahkan menyesal telah menjerumuskan Bibit dan Chandra.
Hampir semua perwakilan fraksi di Komisi Hukum DPR memberi komentar bernada dukungan bagi Markas Besar Polri. “Kami mendukung polisi untuk menuntaskan tuduhan-tuduhan ini,” kata perwakilan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani.
Dukungan juga datang dari Fraksi Partai Golkar. “Polisi jangan mau diobok-obok.” Panda Nababan dari Fraksi PDI Perjuangan menimpali, “Ini tragedi, dan harus dituntaskan agar polisi yang di pelosok pulih nama baiknya.”
Sebaliknya, pihak Chandra dan Bibit menyanggah bukti-bukti yang disodorkan Hendarso. Pengacara mereka, Taufik Basari, misalnya, mengatakan dana Rp 17,6 miliar yang disebut Hendarso tak ada hubungannya dengan Chandra ataupun Bibit.
Karena itu, Taufik menantang Hendarso menunjukkan bukti-bukti yang dia klaim. “Kalau benar ada, silakan buktikan,” kata Taufik saat dihubungi.
Pertanyaan mengelitik dalam hati seiring dengan mendengar kabar seorang sutradara Indonesia, ingin mengundang Miyabi untuk main film komedi di Indonesia.
Saya ngak perlu menjelaskan siapa Miyabi (udah pada tahulah…), yang saya mau gali adalah kenapa harus Miyabi..???.
Banyak Pro dan kontra, banyak komentar-komentar pedas dari masing-masing yang punya pendapat dan masing-masing punya pendapat sendiri, dan itu hanya gara2 Miyabi..hik..hik.
Rencana Miyabi main film “komedi” adalah mungkin salah satu langkah untuk membuka pintu kran film Indonesia, yang mungkin saja (mudah2an jangan yah) artis-artis porno dari negara-negara lain (barat) untuk main film di Indonesia, karena mereka beranggapan bahwa main film di Indonesia lebih mudah (ngak pake buka-bukaan, eh dibayar mahaaaallll), dari pada di negara asal, maklum mungkin udah nga laku lagi…
Film komedi juga mungkin langkah awal saja, karena saya tidak yakin Miyabi bisa main film komedi, wong dia nga bisa bahasa Indonesia, kan selain acting yang bagus, dialog yang lucu juga perlu buat film komedi, mungkinnnnnnn…Miyabi dipasang untuk buat lucu-lucuan seperti film mirip-mirip Dono-Indro-Kasino (warkop), ya begitu deh buka-bukaan sedikit…(jangan banyak2 ahhh).
Sekali lagi ke pertanyaan awal ?? kenapa harus Miyabi ??, kenapa nga Julia Robert atau Nicole Kidman ??, kalo mau datangin artis ya yang bermutu sekalian nga tangung-tangung sekalian go International.
Yang setuju kedatangan Miyabi mungkin penikmat film blue atau entah apa, karena berkomentar ikut setuju agar Miyabi main film di Indonesia, bahkan mengatakan kedatangan Miyabi sebagai promosi wisata Indonesia (gileeee nga?, promosi wisata nga harus pake bintang porno kaleeeee??), bahkan Ustadz Yusuf Mansur yang memberi wejangan tentang hal ini dibilang Munafik, padahal himbauan beliau bersifat positif dan edukatif…
Miyabi kalau mau datang sih nga masalah, tapi mungkin tidak untuk main film kali yah, kalau main film di Indonesia yang rugi mungkin kita seniri, mungkin hari ini belum kelihatan dampaknya tapi akan segera kita ketahui setelah 10-20 tahun lagi,….
Well Manusia Indonesia sedang mengalami ujian moral, sensitifitas terhadap lingkungan sekitar dan untuk kebaikan moral anak-anak kita di masa depan…
In: Other
10 Sep 2009Uang Rakyat Dipakai Untuk Bank Century
JAKARTA, SABTU - Meskipun pemerintah mengatakan penyelamatan Bank Century tidak memakai uang APBN, namun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai lembaga negara, modal awalnya dibiayai melalui duit hasil pembayaran pajak rakyat.
Koordinator ICW Danang Widoyoko mengatakan modal awal LPS sebesar Rp 4 triliun semuanya berasal dari uang para pembayaran pajak.
"Jadi kita semua yang subsidi. Pemerintah bilang ini bukan duit APBN tapi LPS, tapi ingat LPS modal awalnya dari pemerintah Rp 4 triliun dan uang itu berasal dari pembayaran pajak yang kita kumpulkan," katanya dalam diskusi bertemakan ‘Dibalik Kucuran Dana Bank Century’ di rumah makan di kawasan Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (5/9/2009).
Danang mengatakan, menurut aturannya LPS hanya boleh menjamin dana nasabah dengan batas maksimal Rp 2 miliar, tapi dengan diselamatkannya Century maka semua nasabah besar dengan uang di atas Rp 2 miliar terselamatkan.
"Kemudian sepanjang Desember-Juli, sejumlah deposan besar sudah berhasil ambil Rp 5,6 triliun yang berhasil menarik. Mereka inilah yang diuntungkan dari kebijakan bailout ini," jelasnya.
Dikatakan Danang, dana premi simpanan nasabah yang dibayarkan perbankan di Indonesia kepada LPS saat ini jumlahnya Rp 14 triliun, dan ternyata uang tersebut berasal dari komponen biaya administrasi yang dibayarkan para nasabah perbankan.
"Misalnya kita menabung uang sejuta berkurang drastis dalam beberapa bulan sebagian dipakai untuk premi simpanan. Ternyata sebagian besar premi tersebut ke Bank Century. Siapa saja kita yang punya rekening di bank sudah subsidi para deposan kaya di Century," tandasnya.
Melihat hal tersebut, Danang menilai deposan-deposan besarlah yang mendapat keuntungan dari penyelamatan Bank Century,
"BPK harus mengaudit siapa saja deposan yang menarik dananya setelah dana dicairkan ke Century. Sebab bank ini kemudian butuh suntikan dana terus karena dananya terus ditarik, walapun Novemeber disuntik terus-terusan sampai Juli lalu, siapa yang menikmati subsidi kita," tegasnya. (dtc)
In: Other
10 Sep 2009Hidayat: Pelantikan DPR Terlalu Mewah

Hidayat Nurwahid
(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengimbau agar proses pelantikan anggota DPR periode 2009-2014 pada 1 Oktober mendatang diselenggarakan secara sederhana guna menghemat keuangan negara.
"Anggaran yang telah dialokasikan KPU tidak harus dihabiskan seluruhnya," kata Hidayat di Jakarta, Senin (7/9).
Hidayat berharap, KPU, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, DPD, dan MPR, bisa mempertimbangkan betul kondisi keuangan negara yang terbatas, serta kondisi masyarakat terutama di Jawa Barat yang masih dilanda bencana alam.
Ditegaskannya, substansi pelantikan anggota DPR bukan pada kemewahannya, tetapi komitmennya untuk betul-betul menjadi wakil rakyat, menjadi wakil daerah, serta mewujudkan janji-janjinya pada saat kampanye pemilu legislatif lalu.
Persoalan alat-alat kelengkapan seperti tas, pin, dan sebagainya, kata dia, itu adalah persoalan artifisial yang tidak terlalu prinsip. "Kalau bisa secara sederhana kenapa harus mewah," ujarnya.
Menurut dia, pelantikan anggota DPR prinsipnya diselenggarakan secara wajar dan proporsional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU Suripto Bambang Setiyadi, mengatakan, KPU menganggarkan dana sekitar Rp 11 miliar untuk pelaksanaan kegiatan pelantikan anggota DPR dan DPD terpilih pada 1 Oktober 2009.
Menuut Suripto , anggaran tersebut di antaranya untuk membiayai penginapan, transportasi pulang dan pergi ke Jakarta, uang saku, perlengkapan seperti tas, dan seragam bagi panitia.
Anggota DPR dan DPD yang akan dilantik, diundang ke Jakarta sejak 28 September hingga 1 Oktober yang menjadi tanggungan KPU. "Dari total dana pelantikan Rp 11 miliar, alokasi terbesar untuk transportasi, hotel, uang saku," katanya.
Dikatakan Suripto, pelantikan anggota DPR dan DPD terpilih merupakan salah satu tahapan pemilu yang harus diselenggarakan KPU sesuai amanah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif.
"Anggaran KPU untuk pelantikan anggota DPR dan DPD diusulkan KPU dan telah disetujui Departemen Keuangan dan DPR," jelasnya.
Dari Rp11 miliar untuk pelaksanaan pelantikan anggota DPR dan DPD, sebesar Rp 2,87 miliar untuk biaya akomodasi, konsumsi, dan hotel, pengadaan tas Rp 115,5 juta, penyediaan jasa kendaraan bus AC dan ambulans Rp 251,9 juta, penyediaan jasa, jaket, baju batik, dan hem Rp 149,9 juta, serta uang saku Rp 2 juta per orang.
In: Other
10 Sep 2009Setelah beberapa hari menderita sakit lambung yang sangat menganggu, hari ini terpaksa libur dulu untuk recovering tenaga, karena 3 hari terakhir dipaksa untuk terus kerja walaupun sakit lambung yang sakit tidak tertahankan.
Sebelumnya hari minggu, jam 2 dini hari pergi ke rumah sakit sendiri naik motor karena terasa ini lambung mau meledak, kayanya udah kejadian ke-2 kalinya seperti ini, soalnya mungkin salah makan waktu buka puasa, 3 tahun lalu juga begitu karena nga kira-kira, buka puasa pakai coca-cola, wah kirain lambungnya masih kuat eh..ternyata emang badan-nya udah tua..hehehe.
Setelah 3x pergi ke dokter, ini mungkin sudah agak mendingan, udah agak terasa baikan, mudah2an besok bisa masuk kerja lagi, mungkin kerjaannya udah bertumpuk karena ketinggalan, yah weis mo bobo lagi, bye
Recent Comments